Connect with us

Ralita FM

Membaca Gaya Komunikasi Politik, Lewat [Baju]

Politik

Membaca Gaya Komunikasi Politik, Lewat [Baju]

Akh. Fawaid Ghaffar

PAMEKASAN-Mengawali tulisan ini, Penulis perlu menyampaikan latar belakang penulis. Penulis bukanlah seorang politisi, apalagi praktisi politik ataupun dosen politik. Penulis hanyalah masyarakat biasa, yang kepencut untuk membaca gaya komunikasi politisi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyebutkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Indonesia, akan diikuti 171 Daerah. Rincianya, untuk setingkat propinsi akan diikuti 17 propinsi, 38 Kota Madya, dan 115 Kabupaten.

Sementara di Jawa timur sendiri, akan diikuti 18 Kabupaten dan kota. Tiga diantaranya, kabupaten yang ada di pulau garam Madura. Masing-masing Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pamekasan.

Dari beberapa kabupaten di Madura, penulis lebih banyak mengetahui, kondisi Perpolitikan di Pamekasan. Sekalipun, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Pamekasan, belum membuka pendaftaran Calon Bupati maupun Wakil Bupati Pamekasan. Namun, sejumlah partai politik di Pamekasan sudah membuka Pendaftaran Calon Bupati ataupun Calon Wakil Bupati Pamekasan.

Ada beberapa nama Calon Bupati Pamekasan, yang sudah mendaftar secara resmi, kepada sejumlah partai politik di Pamekasan. Diantaranya, K.Kholilurrahman (Anggota DPR RI), Badrut Tamam (Anggota DPRD Jawa Timur) dan Rudi Susanto (Seorang Pengusaha).

Tiga tokoh tersebut, tentunya memiliki cara Komunikasi Politik yang berbeda-beda. Tujuanya sama, yakni mampu meluluhkan partai politik yang dipinangnya, agar bisa merekomindasi dirinya, maju sebagai Calon Bupati Pamekasan. Gaya komunikasinya, juga berbeda-beda. Namun, dari beberapa gaya komonikasi politik yang sudah berjalan, ada gaya komunikasi yang mungkin sebagian masyarakat menilainya biasa. Namun, bagi penulis, sangatlah luar biasa. Gaya komunikasi yang dimaksud ialah, gaya komunikasi politik lewat pakaian [Baju] yang dikenakan.

Mengutip pernyataan Pippa Norris, komunikasi politik merupakan sebuah proses interaktif mengenai transmisi informasi di antara para politisi, media dan publik. Proses tersebut bersifat downward dari institusi pemerintah kepada masyarakat, bersifat horizontal di antara para aktor politik, dan bersifat upward melalui opini publik kepada penguasa.

Tiga bagian penting dalam komunikasi politik menurut Norris adalah produksi pesan, isi pesan dan efek pesan. Proses produksi pesan adalah bagaimana pesan dihasilkan oleh politisi seperti partai atau kelompok kepentingan, lalu ditransmisikan menggunakan saluran langsung (seperti iklan politik) atau saluran tidak langsung (seperti koran, radio dan televisi). Isi pesan mencakup jumlah dan bentuk reportase politik yang ditampilkan dalam berita di televisi, keseimbangan partisan dalam pers, ulasan mengenai kampanye dan event tertentu dalam pemilihan, reportase agenda setting dalam isu-isu politik, dan representasi kaum minoritas dalam pemberitaan media. Efek pesan menaruh perhatian pada tingkat masyarakat.

Gaya komunikasi politik lewat pakaian [Baju] yang dikenakan, salah satunya dijalankan oleh Badrut Tamam. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Jawa Timur, yang kini resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati Pamekasan ke sejumlah Partai politik ini, memamfaatkan pakaian (Baju) yang dikenakannya, sebagai salah satu alat komonikasi politiknya, dengan sejumlah partai Politik di Pamekasan.

Saat mengambil Formulir ke Kantor Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, Badrut Tamam, mengenakan pakaian (Baju) Batik. Warnanya nyaris semuanya hijau. Warna hijau merupakan salah satu warna yang identik dengan Warna Dasar Bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hal yang sama juga dilakukan oleh Badrut Tamam, saat silaturrahmi ke Kantor DPD PAN Pamekasan. Badrut, mengenakan Baju kemeja pendek, Warna biru telur asin, Kombinasi batik. dimana Warna biru telur asin tersebut, memiliki kesamaan dengan warna baju pada umumnya dikenakan Kader PAN.

Di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Badrut, mengenakan Baju Kemeja Pendek berwarna Putih dan Celana Berwana Cokelat. Baju yang dikenakan Badrut Tamam saat mengembalikan formulir ke Gerindra ini, ada kesamaan, dengan baju yang sering dikenakan oleh Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra.

Badrut juga melakukan hal serupa, saat mengembalikan berkas ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Pamekasan. Ia menggunakan baju kemeja Pendek kotak-kotak. Namun, ada kombinasi biru di Bagian Krah Baju. Kombinasi biru itu, juga identik dengan warna partai asuhan surya paloh tersebut.

Namun, dari beberapa partai politik yang  dijajahi Badrut Tamam, pria Kelahiran Sumber Anyar Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan itu, tidak pernah melepaskan Kopiah hitam.

dikutip dari situs islamireligius.blogspot.co.id, Kopiah, Songkok atau Peci, bagi umat Islam khususnya di Indonesia, lazim dikenakan sebagai bagian pelengkap pakaian saat beribadah. Penggunaannya selalu ditempatkan dikepala, dimana merupakan bagian badan paling atas dan terhormat.  Orang yang mengenakan kopiah, songkok atau peci, bisa menjadi perlambang bahwa ia selalu menempatkan diri pada tingkat derajat kemuliaan yang tinggi.

situs islamireligius.blogspot.co.id, ini juga menguraikan pengertian Kopiah, Songkok atau Peci. Kopiah: Kosong sepi ibadAH, maksudnya mengosongkan hati dari keangkaraan dan kemaksiatan, dengan menyepi sambil beridah kepada-Nya. Orang yang memakai kopiah, semestinya menjadi ciri bahwa ia adalah orang yang taat dan rajin dalam ibadah.

Songkok: kosong  mbongkok, mengosongkan hati dari kesombongan, dengan membungkukkan badan memperlihatkan kerendahan diri di hadapan Tuhan. Maknanya, orang yang senantiasa memakai songkok, semestinya menjadi simbol bahwa dia adalah orang yang rendah hati dan selalu tunduk di hadapan Tuhan.

Peci: sampe Suci, melambangkan orang-orang yang tidak lepas dari peci adalah orang yang senantiasa berada dalam keadaan suci. Ibadah yang ia lakukan benar-benar mengantarkannya menjadi hamba-hamba suci.

Komunikasi Politik dengan Pakaian [baju] adat, dilakukan Presiden Jokowidodo, dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia di Istana Negara. Dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72, Presiden Jokowi, berhasil membuat sejumlah undangan di Istana presiden, mengenakan Baju adat kelahiran masing-masing. Termasuk pasuka pengemanan presiden (Paspampres). ini  membuktikan bahwa Indonesia menghormati segala perbedaan dan keyakinan.

Seperti dikutip, dari okezone.com Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, dalam perayaan hari kemerdekaan tahun ini, Jokowi juga ingin memperlihatkan adanya persatuan dan perdamaian antar tokoh negara yang memiliki perbedaan pandangan.

Hal ini telah dibuktikan Jokowi saat mampu menghadirkan para mantan presiden dan wakil presiden. Bahkan saling bertemunya Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemarin, membuktikan bahwa suhu politik yang tegang diantara keduanya diharapkan cair dan tak kaku setelah saling bersalaman.

Gaya politik ini sah-sah saja dilakukan oleh seorang politisi. Hal ini dilakukan selain dalam rangka menggapai keinginan yang ingin dicapai, juga ingin memberikan pesan baik, kepada masyarakat. Bahwa, sesungguhnya politik itu sangat indah, cinta damai, tanpa permusuhan dan menghindari kebencian.

Eco dalam bukunya A Theory of Semiotics, sebagaimana dikutip Sobur, memberikan sebuah skema komunikasi dengan konsep code,dimana sumber informasi ( source ) akan diolah oleh serangkaian code untuk diubah menjadi pesan (message) dan disampaikan ke penerima(destination). Dalam prosesnya dimungkinkan terjadinya noise yaitu suatu gannguan yang memungkinkan terjadinya perubahan pengolahan informasi. Model komunikasi tersebut sangat terbuka untuk diterapkan dalam komunikasi verbal maupun non verbal.

Dalam kalender Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pemungutan suara akan dilaksanakan Pada tanggal 27 juni 2018. lampiran PKPU Nomor 1 Tahun 2017 disebutkan, kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dimulai pada hari ini 14 Juni 2017. Sedangkan pembentukan PPK dan PPS akan dimulai 12 Oktober 2017.

Pengolahan DP4 akan dilakukan dari 24 November 2017 hingga 30 Desember 2017. KPU akan mulai melakukan proses pemutakhiran data dan daftar pemilih pada 30 Desember 2017. (Berikutnya, penerimaan DAK2 akan dimulai 31 Juli 2017 dan pendaftaran pasangan calon akan dimulai pada 1 Januari 2018.

Masa kampanye sendiri akan dimulai pada 15 Februari 2018 dan masa tenang dan pembersihan alat peraga akan dimulai pada 24 Juni 2018. Sedangkan rekapitulasi akan dilaksanakan pada 28 Juni 2018.

Mudah-mudahnya pilkada serentak 2018 ini, berjalan dengan lancar, dan mampu melahirkan pemimpin yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.***

(Penulis Pengurus Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama’ Pamekasan Dan Akademisi di STIE Bakti Bangsa Pamekasan-Madura)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Politik

To Top